Sering sekali jika ada kejadian dada
terasa sakit, kita menghubungkannya dengan gejala serangan jantung. Padahal,
bisa jadi itu kondisi lain.
Memaksa otot dada bergerak
berlebihan adalah salah satu di antaranya, atau bisa juga karena hal lain yang
jauh lebih serius.
Satu hal yang pasti, jika mengalami
nyeri dada dan Anda tidak tahu apa yang menyebabkannya, hubungi dokter segera.
"Saya pernah tahu ada satu
orang yang meninggal dan orang lain menyangka itu gejala serangan
jantung," kata Sharonne Hayes, seorang ahli jantung di Mayo Clinic di
Rochester, Minnesota.
Christine Jellis, MD, PhD, seorang
ahli jantung di Cleveland Clinic, menambahkan, "Sebagai dokter, saya lebih
suka membiarkan orang tahu kemungkinan penyakit yang diderita mereka, daripada
datang kepada kami terlambat dan sudah memiliki kerusakan permanen," kata
Jellis.
Berikut adalah tujuh kondisi yang
dapat menyebabkan nyeri dada dan apa yang harus Anda lakukan untuk
mengatasinya.
Refluks asam lambung
Anda mungkin bertanya-tanya
bagaimana gejala refluks asam lambung bisa disangka serangan jantung.
Gastroesophageal reflux atau refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung naik
ke kerongkongan, tabung yang menghubungkan antara tenggorokan dan perut Anda.
Asam lambung bersifat sangat asam
dengan pH sekitar dua sehingga menimbulkan sensasi terbakar di belakang tulang
dada Anda.
Sesekali asam lambung naik, itu
tidak perlu Anda khawatirkan. Namun, jika mengalaminya dua kali dalam seminggu
atau lebih, mungkin Anda memiliki penyakit gastroesophageal reflux
(GERD).
Jika tidak diobati, GERD dapat
menyebabkan asma, dada sesak, dan kondisi yang disebut Barrett esophagus,
yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk mengembangkan jenis kanker langka.
Ketegangan otot
Olahraga atau gerak otot dada
berlebihan bisa menyebabkan ketegangan. Ketegangan otot dada (yang pasti terasa
sakit) kadang disalahartikan sebagai serangan jantung. Demikian kata Jellis.
Jika Anda menekan dinding dada dan
rasanya lumayan menyakitkan, itu lebih mungkin disebabkan oleh cedera
muskuloskeletal daripada disebabkan oleh jantung.
Kostokondritis
Diperkirakan, 13 sampai 36 persen
orang dewasa yang datang ke ruang gawat darurat dengan keluhan nyeri dada akut
didiagnosis kostokondritis.
Kostokondritis adalah kondisi inflamasi saat tulang rusuk bertemu dengan
tulang rawan, menurut jurnal American Family Physician tahun 2009.
Penyebab kostokondritis
bervariasi, mulai dari cedera dada hingga infeksi virus. Biasanya, orang dengan
kostokondritis akan merasa semacam ada tekanan pada dinding dadanya,
mirip dengan tegang otot dada dan daerah yang ditekan terasa lunak.
Jika Anda memiliki kostokondritis,
rasa sakit biasanya hilang dalam beberapa hari atau minggu. Anda boleh minum
obat penghilamg rasa sakit yamg dijual di apotek untuk meringankannya.
Herpes zoster
Virus varicella-zoster
penyebab cacar air yang biasa dialami anak-anak bisa aktif kembali bertahun-tahun
setelah penderita dinyatakan sembuh.
Biasanya, virus ini aktif ketika
orang berusia 59 tahun atau lebih dan menyebabkan penyakit bernama herpes
zoster.
Gejala awalnya adakah gatal dan
kulit terasa panas seperti terbakar. Jika bagian dada ikut terpengaruh, mungkin
saja Anda mengiranya sebagai serangan jantung. Demikian kata Salman Arain, MD,
ahli jantung intervensi dari McGovern Medical School di University of Texas
Health Science Center dan di Houston dan Memorial Hermann Heart & Vascular
Institute-Texas Medical Center.
Beberapa hari kemudian, gejala lain
berupa ruam dan kulit melepuh akan muncul.
Jika Anda berpikir memiliki herpes
zoster, segera hubungi dokter. Obat antivirus dapat mengurangi rasa sakit
dan memperpendek durasi gejala, tetapi hanya jika Anda meminumnya dalam waktu
tidak lebih dari 72 jam sejak ruam muncul.
Jika sudah terlambat, dokter dapat
meresepkan obat penghilang rasa sakit yang lain.
Perikarditis
Jika Anda sedang berjuang melawan
infeksi virus selama beberapa hari terakhir ini, lalu tiba-tiba bangun dengan
rasa tajam dan nyeri menusuk di dada, mungkin itu perikarditis, peradangan di
lapisan jaringan yang mengelilingi hati kita. Demikian kata Arain.
Infeksi pernapasan sering menjadi
penyebabnya. Selain itu, gangguan autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis
juga bisa jadi penyebab lainnya.
Meskipun perikarditis biasanya
jinak, kata Arain, ini benar-benar dapat memengaruhi kualitas hidup Anda.
Untuk diagnosis, dokter mungkin
mengadakan pemeriksaan CT scan, EKG, atau x-ray. Perikarditis
Anda akan dibersihkan dan Anda diminta istirahat dalam beberapa hari atau
minggu sambil minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen untuk membantu
meredakan peradangan.
Pankreatitis
Hanya karena nyeri dada, tidak
selalu berarti serangan jantung, bukan terkait tidak berarti itu tidak
berbahaya. Salah satu contoh, pankreatitis atau peradangan mendadak akut di
pankreas, yang terletak tepat di belakang perut.
"Sakit perut yang intens dapat
menjalar hingga ke dada," kata dr Arain.
"Rasa sakit pankreatitis
biasanya mendalam dan intens," ujarnya.
Jika berpikir menderita
pankreatitis, Anda harus mendapatkan perawatan medis segera dan mungkin harus
tinggal di rumah sakit selama beberapa hari untuk mendapatkan antibiotik,
cairan IV, dan obat lainnya. Mungkin dokter juga akan melakukan tes darah dan
tes lain seperti CT scan atau USG perut.
Penyakit arteri koroner
Penyakit arteri koroner atau coronary
aertery desease (CAD) adalah jenis penyakit jantung yang disebabkan oleh
penumpukan plak di arteri yang memasok darah ke jantung. Tersumbatnya aliran
darah bisa menyebabkan nyeri dada.
CAD dapat menyebabkan serangan
jantung mendadak, juga berkontribusi terhadap gagal jantung dan aritmia.
Kembali ke aturan nomor satu, jika
Anda mengalami nyeri dada, penting untuk memeriksakan diri segera. Anda tidak
selalu tahu, nyeri dada yang Anda alami apakah karena serangan jantung atau
bukan.
Sebab, Anda tidak tahu apakah itu
akan berakibat fatal atau tidak. Jangan menunda dan jangan berjudi. Pencegahan
selalu lebih baik daripada pengobatan yang terlambat.
Sumber : Kompas.com










0 comments:
Posting Komentar